Sep 23, 2016
4,167 notes
I wonder how many people don’t get the one they want, but end up with the one they’re supposed to be with.

Fannie Flagg (via quotemadness)

Uuu~

(via penikmatlangit)

(via penikmatlangit)

Aug 24, 2016
115 notes

Fakta vs Candu

catatanbesarku:

Apakah wacana menaikkan cukai rokok akan ‘membunuh’ buruh pabrik rokok? Mematikan petani tembakau? Ijinkan saya menjawabnya dengan fakta. Dan jika kalian tidak sependapat, tolong jawab juga dengan fakta.

Apakah cukai rokok naik, maka buruh pabrik rokok akan dipecat? Jawabannya, bisa iya, bisa tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, buruh pabrik rokok memang sudah dipecatin. Tahun 2014, Sampoerna mem-PHK 4.900 buruhnya, Bentoel menutup 8 pabriknya (dari 11, sisa 3), juga mem PHK ribuan karyawan, Gudang Garam mem-PHK 4.000 lebih buruhnya. Belum terhitung pabrik2 lainnya. Perusahaan beralih ke mesin. Yang tidak perlu digaji tiap bulan, yang produktivitasnya tinggi, yang cepat dan efisien. Itu fakta semua, loh. Perusahaan rokok peduli sama buruh? Hehe, kalian naif jika percaya 100%. Di mana mana, bisnis adalah bisnis. Dulu, klaim tentang 6 juta tenaga kerja bekerja di industri rokok mungkin masuk akal, tapi please, silahkan buka data terbaru, berapa persen yg telah di PHK dan digantikan oleh mesin?

Apakah cukai rokok naik, maka petani tembakau akan kehilangan pekerjaan? Jawabannya, bisa iya, bisa juga tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, petani tembakau Indonesia memang perlahan tapi pasti telah tersingkir. Tahun 2011, menurut data dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), impor tembakau Indonesia hanya 64,8 ribu ton. Setahun kemudian, 2012, nilainya melesat tidak terkendali 104,4 ribu ton. Dan naik lagi tahun 2013, sebesar 133,8 ribu ton. Kebutuhan industri tembakau Indonesia itu ada di angka 250rb ton per tahun, itu berarti, separuh lebih tembakau diimpor dari luar negeri. Bisnis adalah bisnis, jika tembakau luar negeri lebih murah, ngapain pabrik rokok harus beli tembakau petani Indonesia?

Harga tembakau? Wah, ijinkan saya memberitahu, di China, harga tembakau bisa 1-2 dollar/kg. Di Indonesia saat ini diangka 34.000 - 47.000/kg, dan petani sudah megap-megap dengan harga segitu. Dulu, idealnya harga tembakau adalah 80.000-120.000/kg. Tapi bagaimana mau jadi 120rb? China mau dilawan? Silahkan lawan harga tembakaunya yang hanya 14.000/kg. Tambah biaya logistik, dll, itu tembakau sampai di Indonesia cuma 20-30rb/kg. Pembela rokok itu koar-koar bilang ada 6 juta petani tembakau di Indonesia. Ah masa’ sih? Kok bisa produksi tembakau-nya cuma 170.000 ton per tahun saja? Lahan tembakau saja semakin berkurang, paling tinggal 190.000 hektare, karena petani mulai mikir menanam tanaman lain.

Jadi ijinkan saya memberitahu kalian masa depan industri rokok ini :
1. Mereka akan semakin beralih ke mesin utk memproduksi rokok
2. Mereka mencari tembakau murah (bahkan jika itu di planet Mars sekalipun).

Apakah pabrik rokok memang peduli dengan petani Indonesia? Peduli dengan buruh pabrik? Waduh, saya lebih suka melihat faktanya saja. Yang saya tahu, sejak jaman dulu, hingga jaman mobil terbang, juga kejadian di negara-negara maju (sebelum pabrik rokok terpaksa menyingkir ke negara berkembang karena perokoknya berkurang), ‘petani’ dan ‘buruh’ memang menjadi argumen yang paling seksi sebagai tameng. Hingga kita lupa, Sampoerna, untung setahunnya bisa 10 trilyun loh. 10.000.000.000.000, tuh nol-nya banyak banget. Kalau gaji kalian dikantor ‘cuma’ 10 juta per bulan, kalian butuh 1.000.000 bulan untuk dapat uang ini.

Pemilik perusahaan rokok tajir super gila, sekali tepuk dapat untung 10 trilyun, nasib ‘6 juta’ petani tembakau cuma dapat remah-remahnya, ‘6 juta’ tenaga kerja pabrik rokok cuma dapat ampasnya saja.

Kita bahkan belum bicara tentang berapa besar biaya kesehatan yg harus dikeluarkan gara-gara rokok. Kita bahkan belum bicara jutaan remaja usia SMP, SMA, tergoda merokok. Kita belum bicara tentang jomblo, eh, maaf ngelantur, maksud saya biaya-biaya berobat akibat penyakit rokok. Saya tahu, kalian tidak akan percaya rokok itu penyebab penyakit kanker, jantung, dll. Saya tahu banget, setahu bahkan ada perokok yang percaya merokok itu baik untuk kesehatan.
Tetapi lewat tulisan ini, ijinkanlah saya berterus-terang: Saya tidak peduli kalian mau terus merokok atau berhenti (bahkan i dont care kalian mau mati atau sehat gara-gara rokok). Yang saya peduli, di page ini, 2/3 anggotanya adalah remaja, merekalah tujuan sy menulis. Saat mereka memikirkan tulisan ini, akan lahir jutaan generasi baru yang tahu persis jika merokok itu tidak bikin jantan, macho, cowboy, dan sebagainya, merokok itu justeru bikin impoten. Jadi tidak perlu GR ngamuk-ngamuk nulis komen marah, tulisan ini bukan untuk kalian.

:)

© Tere Liye

Jul 21, 2016
570 notes

Tulisan : Kekuatan

kurniawangunadi:

Setiap manusia diciptakan dengan tujuannya masing-masing. Tujuan umumnya tentu beribadah, akan tetapi implementasi dari kata ibadah itu sendiri berbeda-beda setiap orang. Kita tentu mendengar tentang nasihat ini berkali-kali.

Layaknya sebuah mobil, mobil baru bisa benar-benar bisa berfungsi bila setiap komponennya ada dan menjalankan perannya sesuai tugas penciptaannya. Roda, gear box, velg, setir, spion, mesin, belt, dan sebagainya. Semuanya ada, lengkap dan berfungsi.

Manusia, dalam tugasnya menjalani hidup ini pun demikian. Setiap orang dilebihkan dalam satu dua hal dari yang lain, yang lain pun demikian. Oleh sebab itu, ada teman-teman kita yang dilebihkan ilmu agamanya untuk menjadi seorang ulama kemudian hari, teman kita yang lain dilebihkan kecerdasannya untuk membuat penelitian ilmu pengetahuan baru, teman kita yang lain lagi dilebihkan daya cipta visualnya untuk membuat hal-hal indah yang kita gunakan,

Kita tidak bisa menjadi semuanya, tapi kita memiliki pilihan untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan peran kita sendiri.

Sehingga, pengetahuan kita tentang ini akan mengantarkan kita pada ketenangan hidup. Kita tidak perlu iri pada segenap pencapain orang lain, karena itu memang tugas dan peran mereka. Rezeki mereka ada di sana. Sekaligus, tanggungjawab mereka ada di sana.

Kita adalah diri kita sendiri dengan tugas dan potensi yang kita punyai. Berbagi peran, semua peran adalah penting. Begitulah hidup diciptakan untuk saling terhubung satu sama lain. Tidak hanya saling melengkapi, tapi menguatkan. Dan rumus penguatan itu tidak hanya penambahan, melainkan perkalian bahkan kuadrat. Selamat menguatkan dirimu sendiri. Karena untuk menjadi kuat, itu adalah tugas masing-masing.*)

©kurniawan gunadi

*) kalimat ini ada di buku Sabtu Bersama Bapak - Aditya Mulya

Jul 3, 2016
17,712 notes
May 27, 2016
528 notes
May 27, 2016
47 notes

βš– Mengelola Keuangan, Sebelum atau Setelah Menikah?βš–

supermomwannabee:

🔑 Banyak para bujang dan gadis berpendapat bahwa pengelolaan keuangan itu, dilakukan setelah menikah. Karena saat itu, pengeluaran sudah berlipat dan sumber pendapatan bisa jadi lebih dari satu sumber. Maka butuh pengelolaan agar tetap seimbang. Namun ada pendapat lain, bahwa pengelolaan keuangan justru dilakukan ketika belum menikah. Karena saat itu, kita sendiri yang memegang kendali atas keuangan kita (berbeda kalau sudah menikah, pasangan dapat mempunyai sumber pendapatan lain). Oleh karena itu, ketika belum menikah dan tidak melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, kita seorang diri yang akan menanggung akibatnya.

🔑 Jadi yang mana dong yang sebaiknya kita adopsi? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

🎀 1. Mulailah Seawal Mungkin dengan Niat ibadah
Mengelola keuangan, tentu saja tidak lepas dari niat. Sesuai dengan niat kita dalam menjalankan kehidupan adalah tentunya untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Tentu termasuk juga ketika menjalankan aktifitas pengelolaan keuangan.

🎀 2. Tentukan Hak dan Kewajiban
Dalam QS An-Nisa (4): 34 jelas bahwa lelaki dalam rumah tangga adalah pemimpin (qawwam) keluarga sehingga dia yang wajib memberikan nafkah kepada istrinya dari sebagian hartanya. Namun walau ada peran kepemimpinan (qawammah) laki-laki. semua mukmin baik lelaki maupun perempuan termasuk pasangan suami-istri wajib menjadi penolong antara sesamanya (QS At-Taubah (9):71). Dari makna qawwamah, maka kewajiban seorang anak laki-laki dewasa (baligh/mumayyiz) adalah mengatur keuangan untuk nafkah dirinya dan juga siapapun yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya orangtua atau adik-adik yang belum bisa mandiri. Begitu juga kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istrinya dari sebagian hartanya. Namun, untuk keadaan tertentu dimana anak perempuan atau istri yang harus memberi nafkah maka hal tersebut masuk dalam kategori menolong, dengan syarat qawwamah suami tetap terjaga. Tentunya penentuan hak dan kewajiban ini harus dikomunikasikan dan dimusyawarahkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan rasa sombong, tidak ikhlas dan tidak amanah.

🎀 3. Jangan Kaku, Adaptasi dengan Perubahan
Hal lain yang menjadi faktor naik- turunnya semangat ketika menjalankan perencanaan keuangan adalah dalam menghadapi perubahan. Misalnya, perubahan dalam menjalankan kehidupan yang tadinya mempunyai penghasilan yang lebih dari mencukupi kehidupan sehari-hari namun saat ini sedang menanggung hutang. *Tidak ada sebuah model pengelolaan keuangan keluarga yang standar yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga.* Dengan kata lain, selalu adaptasi dengan perubahan misalnya gaya hidup, cara baru pengaturan dan pemisahan tanggung jawab keuangan di rumah, pembuatan catatan pemasukan dan pengeluaran dan lain sebagainya. Apapun perubahan itu, selalu tekuni cara yang dianggap terbaik.

🎀 4. Pastikan Konsisten
Konsistensi adalah salah faktor terberat dalam hal pengelolaan keuangan. Mengapa? Godaannya luar biasa. Misalnya muncul pemikiran, “Mengapa serius sekali mikirnya, toh Allah sudah atur semuanya,terima saja apa adanya.” Mengelola keuangan adalah sejalan dengan salah satu ayat Al-Qur’an tentang kisah Nabi Yusuf ketika menakwilkan mimpi Raja Mesir untuk mempersiapkan hidup di masa paceklik ketika di masa panen raya. (QS Yusuf (12): 43-49). Kita juga diajarkan manut dan konsisten dengan ajaran Rasulullah SAW, misalnya cara-cara menahan keinginan duniawi, juga dalam mengelola hutang.

🎀 5. Pencapaian Target Terakhir, kita hanya pandai merencanakan dan menginginkan agar target-target keuangan keluarga tercapai namun hanya Allah SWT yang menentukan. Jadi apapun hasilnya, mari bertawakal kepada Allah SWT dengan terus memohon agar senantiasa diberikan yang terbaik untuk kehidupan kita. Sesungguhnya target yang harus kita capai adalah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, _“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.”_ (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani).

🔑 Sekian, semoga bermanfaat. (rm)

🌷🌷SUPERMOM’s NOTE🌷🌷
Edisi #FinanceFriday 27 Mei 2016

🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥
💌Email: supermom.wannabe1(at)gmail(dot)com
💌 Fanpage FB: Supermom Wannabe
💌 Twitter & Instagram: @supermom_w
💌 Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com

🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀🌸🌸🌸

May 27, 2016
2,631 notes
Semoga apa yang diperjuangkan, didapatkan. Apa yang ditunggu, segera datang. Apa yang diharapkan, tidak mengecewakan. Apa yang didoakan, dikabulkan. Dan apa yang dituju, tidak hilang.

Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)

Aamiin..

May 26, 2016
1,091 notes

It’s easy to photoshop a perfect filter. It’s easy to look beautiful in the sun. In good lighting. When things are going smooth. In your comfort zone. But if you really want to know a person. It’s not about seeing them at their best. It’s about seeing them at their worst. It’s about seeing them when they’re hungry, and tired, and angry. When they’re hurt, when they’re in pain, when they’ve been offended. When they’re late or in a hurry or stressed out. When they’re scared. When they are absolutely terrified.
See them when they’re broken, and you have truly seen them.

The Prophet (pbuh) said one of the ways to truly know a person is to travel with them. Travel is sleep deprivation, stress, and pressure. It takes you out of your comfort zone. It’s bad lighting. See a person then, and you’ve truly seen them. Life’s difficulties and pressures, life’s trials, are like microscopes to the soul. They expose what a person is *really* made of. But, see, pure gold will always be gold, no matter how deep you dig.

It’s easy to be beautiful in your comfort zone. It’s easy to appear beautiful in the light. But to be seen in your worst lighting, in your worst life circumstances, and still be so incredibly beautiful–that is true beauty. Those are the hearts of pure gold. And it is an honor and a privilege to know you.

Yasmin Mogahed (via islamicrays)
May 26, 2016
597 notes

Tujuan yang Sama, Jalan yang Berbeda

kurniawangunadi:

Kalau jalan perjuangan kita berbeda, bukankah pintu surga itu sama saja dan untuk siapa saja (yang beriman)?

Kalau utara dan selatan kita tak sama, bukankah Tuhan yang kita imani itu sama? Shalat kita tidak berbeda? Kita membaca petunjuk yang sama.

Kalau untuk menuju tujuan yang sama kita memilih jalan yang berbeda, apakah kamu bersedia menerima tantangannya? Tantangan untuk membuka hati dan pikiran, meredakan ego, dan melihat lebih manusiawi bahwa setiap manusia sedang berjuang untuk bisa berada di sisi terbaik Tuhannya.

Pasti tidak mudah, coba rasakan baik-baik.

©kurniawangunadi

Tapi.. (Tidak) semua manusia sedang berjuang untuk bisa berada di sisi terbaik Tuhannya..

May 24, 2016
599 notes

dokterfina:

Suaracerita : Tidak Ada Janjji

Suara : @dokterfina
Cerita : @kurniawangunadi
Backsound : Ost. Doctor Stranger

© Jakarta, 24 May 2016

Tidak Ada Janji

Aku tidak berani menjanjikan kekayaan dalam perjalanan nanti, sebab harta itu milik Allah, bukan milikku. Aku takut menjanjikan surga sebab surga itu punya Allah. Aku takut menjanjikan kenyamanan dan ketentraman sebab semua itu adalah nikmat Allah.

Aku hanya menjanjikan untuk mengajak berjuang bersama dan tidak lelah menemani, mengingatkan bila lalai, dan melindungi bila ada marabahaya. Meski pada akhirnya kita sama-sama menyadari bahwa kemudahan kita dalam beribadah, berupaya, dan berjuang itu atas pertolongan Allah.

Maka aku harus jelaskan bahwa aku tidak pernah menjanjikan dunia yang begitu diinginkan banyak orang itu. Aku seperti ini, terserah bagaimana kamu melihatnya.

May 24, 2016
2 notes

Shalat

“Ternyata HIDUPKU Cerminan dari SHOLATKU”

Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Hasan al-Bashri berkata:

أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة

“Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.”

Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.

Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?

“Hayya ‘alas sholah… hayya 'alal falaah…” artinya “Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan”

Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?

استغفرالله العظيم

May 22, 2016
322,634 notes
May 21, 2016
0 notes
Karena bisnis bukan spekulatif, tapi kalkulatif..
Om Rahman
May 20, 2016
0 notes
πŸ’šπŸ’› (di Sop Konro Perak)

💚💛 (di Sop Konro Perak)

May 14, 2016
0 notes
FinAcc AVI. Kiri ke kanan: Bu Alisa. Nisya. *leli*. Chika. Bayu. Ardhi. Mbak Caca. Rizka. See you :* (di Ah Poong)

FinAcc AVI. Kiri ke kanan: Bu Alisa. Nisya. *leli*. Chika. Bayu. Ardhi. Mbak Caca. Rizka. See you :* (di Ah Poong)

Navigate
« To the past Page 1 of 212
About
segalanya membutuhkan kesungguhan dan kesabaran :') Subscribe via RSS.